KIAT Menghadirkan Guru Unggul

KIAT Menghadirkan Guru Unggul

Guru Unggul, Anak Didik Hebat 

KIAT Menhadirkan Guru Unggul
#Guru Unggul, Anak Didik Hebat 

Kami mendapat kabar gembira dari salah satu alumni KIAT (Kuliah Ilmu Agama Terbuka) angkatan pertama, yaitu Ustaz Ahmad Azwar S.Pd., bahwa peserta didiknya meraih juara dalam lomba Al-Qur’an.

Beliau dan istrinya, Ustazah Nadia S.Pd., adalah pengajar Al-Qur’an. Pada tahun 2022, mereka mengikuti program pembelajaran di KIAT yang difokuskan pada peningkatan ilmu dan kompetensi, terutama dalam bidang Tahsin Tahfiz, Bahasa Arab (Baca Kitab Gundul), dan Ilmu Syari’i.

Pada awal tahun 2022, keduanya antusias untuk mengikuti perkuliahan di KIAT, meskipun biaya tidak menjadi halangan karena mereka mendaftar program beasiswa yang disediakan bagi pengajar Al-Qur’an.

Selama proses belajar, keduanya sangat bersemangat dalam mengikuti perkuliahan, bahkan membawa anak-anak mereka ke kampus untuk meningkatkan kualitas ilmu agama Islam, terutama dalam bidang Al Qur’an  Bahasa Arab & Ilmu Syar’i. 

Keduanya termasuk di antara mahasiswa yang menerima beasiswa, dan bersyukur karena mendapat dukungan beasiswa hingga menyelesaikan program selama 2 tahun.

KIAT mendapatkan dukungan dari para donatur untuk para pencari ilmu syari’i sejak tahun 2022 hingga sekarang. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur dengan ganjaran Surga-Nya.

Pada awal tahun ajaran ini, kami masih memberikan beasiswa kepada 10 orang yang sedang belajar, baik di program dasar Bahasa Arab maupun Ilmu Syari’i. Kami bersyukur karena sudah ada satu orang  yang menjadi donatur tetap untuk mendukung kebutuhan ini. Semoga semakin banyak yang bersedia berpartisipasi dalam mencetak guru-guru unggul dengan menjadi donatur tetap. Jazakumullah Khoir . 

Izinkan kami sampaikan ucapan terimakasih kepada para donatur dan ini beberapa testimoni dari mahasiswa mahasiswi yang mendapatkan beasiswa.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukursekali telah mendapatkan program beasiswa ini, bisa membantu saya yang sangat ingin  mendalami agama dalam membaca kitab gundul dan bahasa arab…jazakkallah kepada para donatur yang membiayai pendidikan, semoga pahala dari Allah SWT selalu mengalir dan diberikan keberkahan hidup di dunia dan di akhirat… Aamiin (Ahmad Azwar Alumni KIAT 1)

Alhamdulillah, sangat bersyukur menjadi salah satu mahasiswi yang mendapatkan beasiswa. Terasa sangat membantu sekali untuk berusaha mengikuti program KIAT yang Insyaa Allah sampai akhir semester. Menjajaki semester 4 semakin semangat dengan mata kulian yang makin “menantang”. 
Jazakumullahu khoiron dan terima kasih kami ucapkan kepada para donatur yang teah mensupport penuh program ini.  (Nadia Sepdiana Alumni KIAT 1)

Alhamdulillah Program kiat sangat bermanfaat terutama untuk mengupgrade diri dlm ilmu bhs arab dan ilmu agama lainnya menambah motivasi dalam belajar,kadang rasa lelah,merasa tak sanggup karena usia yg tak lg muda tp terus mencoba memperbaiki  niat lillah dan menyakinkan diri bahwa salah satu jalan menuju syurgaNYA allah dengan menuntut ilmu dan mengamalkannya sesuai al qur’ an dan sunnah. ( Susi, Mahasiswi kelas Mulazamah Ilma Syari)

Bagi yang ingin Support program kami menjadi donatur baik bulanan atar semampunya bisa hubungi Ust.Fajar Sidik Lc.S.Pd Wa 087723722436

Support Dakwah  & Pendidikan 
BSI 7281102804 
a.n. MIMS FOUNDATION

Jazakumullah Khoir Wa barakallahu fykum. 

Komunikasi Ala Nabi ﷺ Part 3

Dalam islam, komunikasi yang baik tidak hanya ditinjau dari satu aspek, melainkan secara menyeluruh dari segala aspeknya. Dalam hal ini, ada empat keunggulan komunikasi ala Nabi:

  1. Pilihan Kata

Pemilihan kata-kata yang baik dan santun menjadi kunci tercapainya tujuan dan terwujudnya komunikasi yang efektif.

Amarah yang berkobar-kobar bisa padam ketika berhadapan dengan sikap santun dan tutur kata yang lembut. Sebaliknya, kasih sayang dapat berganti menjadi kebencian, kekerabatan menjadi permusuhan akibat tutur kata yang kasar dan menusuk perasaan. Allah menekankan hal ini demi menjaga keharmonisan hubungan di seluruh lapisan masyarakat. Allah Ta’alaberfirman:

وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh syaitan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia.’” (QS. Al-Isra: 53)

Tutur kata yang santun dan lembut juga dapt menjadi kunci sukses keberhasilan hidup kita. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) kamu berlaku lemah dan lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS. Ali ‘Imran:159)

Ibnu katsir rahimahullah menjelaskan: “Maksudnya, ‘Andai engkau bertutur kata buruk dan berhati kaku, niscaya umatmu akan menjauh dan meninggalkanmu. Namun, Allah menyatukan mereka dibawah bimbinganmu, dan Allah melemahlembutkan perilakumu untuk memikat hati mereka.’ Hal ini selaras dengan penuturan Abdullah bin Amr Al-Ash:
“Aku menemukan gambaran karakter Rasulullah dalam kitab-kitab suci terdahulu sebagai berikut. Beliau tidak bertutur kata kasar, tidak kaku, dan tidak suka berteriak-teriak di pasar. Beliau juga ridak suka membalas dendam, justru lebih suka memaafkan dan melupakan.”

Bersambung….

Komunikasi Ala Nabi ﷺ Part 2

Bagian 2

Dalam islam, komunikasi yang baik tidak hanya ditinjau dari satu aspek, melainkan secara menyeluruh dari segala aspeknya. Dalam hal ini, ada empat keunggulan komunikasi ala Nabi:

2.Kandungan maknanya
Harus disadari bahwa setiap kata yang terucap pasti diminta pertanggungjawabannya. Kesadaran terhadap hal tersebut, akan mendorong kita untuk lebih waspada dan selektif dalam bertutur kata. Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir akan berbeda dengan orang selainnya. Saat sebagian orang menduga ucapannya sekadar untuk mengisi waktu luang, orang yang beriman tetap meyakini bahwa ucapannya termasuk bagian dari amalan.

Tidak ada satu huruf pun yang keluar dari lisan seseorang yang luput dari hisab. Semuanya ditulis dan mempunyai dampak, bisa positif dan bisa negatif bagi keselamatan diri kita di dunia maupun di akhirat. Allah Ta’ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf:18)

Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan agar selalu waspada terhadap kata yang terucap :

“Bisa jadi seorang hamba mengucapkan suatu kata yang tidak dia pedulikan maknanya, namun ia menjerumuskannya ke neraka melebihi jarak timur dan barat.” (HR. Bukhari dan Muslim

Bersambung..

Komunikasi Ala Nabi ﷺ

Dalam islam, komunikasi yang baik tidak hanya ditinjau dari satu aspek, melainkan secara menyeluruh dari segala aspeknya. Dalam hal ini, ada empat keunggulan komunikasi ala Nabi:

1. Tujuan atau niat

Hati yang baik dan itikad yang baik adalah kunci utama komunikasi. Baiknya niat menjadikan setiap kata yang terucap memberikan kedamaian bagi orang yang mendengarnya. Karena itu, kesucian batin dari kedengkian dan kebencian menjadi idaman bagi setiap orang.

Kesucian batin dalam menjalani kehidupan ini begitu penting, sampai-sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu memintanya kepada Allah :

“Ya Allah, limpahkanlah ketakwaan kepada jiwaku, dan sucikanlah jiwaku, karena Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya dari noda. Engkaulah pemelihara jiwaku dengan segala kenikmatan, dan Engkau pula penguasanya.” (HR. Muslim)

Niat atau tujuan, walaupun jauh tersembunyi dalam hati, berperan vital dalam segala urusan manusia. Kehendak yang baik tercermin dari tindakan yang positif, sebagaimana kehendak yang buruk terpancar pada tindakan yang buruk.

Beliau bersabda:

“Ketahuilah bahwa dalam ragamu terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging ini baik, maka seluruh ragamu akan baik. Dan apabila segumpal daging ini rusak, maka seluruh ragamu akan rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Salah satu alasan mengapa harus mempertimbangkan tujuan berkomunikasi adalah demi efisiensi berbagai potensi diri sendiri. Waktu, tenaga, pikiran, dan ruang adalah sebagian dari nikmat Allah yang wajib digunakan seefektif mungkin.

“Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia menyia-nyiakannya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Kerugian besar akibat banyak bicara tanpa maksud dan yang jelas pasti dapat dirasakan. Betapa seringnya berkomunikasi sekadar mengisi waktu luang, tidak memiliki tujuan yang jelas. Bukan hanya menyia-nyiakan potensi diri, bahkan sering kali menuai dampak negatif dari pembicaraan yang isinya omong kosong.

Dengan perencanaan yang matang sebelum berkomunikasi berarti kita telah memegang kunci sukses dalam hidup ini. Sebagaiamana petuah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’adz bin Jabal:

“Maukah engkau aku ajarkan kunci segala urusan?” Spontan Mu’adz menjawab: “Tentu saja.” Beliau pun memegang lisannya dan berpesan: “Hendaklah kamu menahan anggota tubuh yang satu ini.” Ingin mengetahui lebih jauh, Mu’adz kembali bertanya: “Wahai Nabi Allah, haruskah kita bertanggung jawab atas setiap ucapan kita?” Mendengar pertanyaan ini, Beliau menjawab: “Betapa meruginya ibumu, hai Mu’adz. Adakah yang menyebabkan manusia tersungkur dalam neraka selain tutur kata mereka sendiri?” (HR. At-Tirmidzi) 

Bersambung …

Belajar Al-Quran dan mengajarkannya

Belajar Al-Quran dan mengajarkannya

Belajar Al-Quran dan Mengajarkannya

Allah Ta’ala berfirman :

“Dan bacalah Al Qur’an dengan tartil.”(QS.Al Muzammil:4).

Imam Ath Thabari rahimahullah membawakan riwayat dari Al Hasan yang dimaksud membaca dengan tartil adalah :

اقرأه قراءة بينة

“Bacalah ia dengan bacaan yang jelas.”(Tafsir Ath Thabari Juz 26 Hal.421).

Kemudian membawakan riwayat dari ‘Atha bahwa yang dimaksud membaca dengan tartil adalah :

الترتيل المد

“Tartil adalah Madd.”(Tafsir Ath Thabari Juz 26 Hal.422).

Dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa membaca Al Qur’an harus dengan jelas bacaannya dan benar panjang pendeknya.Oleh karena itu sarana yang paling tepat untuk bisa membaca sesuai dengan aturan dalam membacanya,maka ia wajib belajar dari orang yang ahlinya,karena tidak mungkin untuk bisa membacanya dengan baik kecuali dengan belajar terlebih dahulu.

Kaidah mengatakan :

ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب

“Apa yang belum sempurna sebuah kewajiban kecuali dengan sarana yang bisa menyempurnakannya,maka melakukan sarana tersebut hukumnya juga wajib.”

Wajibnya belajar Al Qur’an di tunjukkan pula oleh dalil yang lain :

“Janganlah engkau (muhammad) menggerakkan lidahmu untuk membaca Al Qur’an karena ingin segera menguasainya.Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membacakannya.Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya.”(QS.Al Qiyamah:16-18).

Ayat – ayat diatas meyebutkan tentang belajarnya Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam membaca Al Qur’an kepada Jibril ‘alaihissalaam. Dan bahkan beliau dilarang untuk tergesa – gesa membacanya dan menghafalnya sebelum Jibril mendiktekannya kepada beliau.Ini menunjukkan bahwa sebuah keharusan untuk belajar Al Qur’an.

Imam Al Jazari mengatakan :

ولا أعلم لبلوغ النهاية في التجويد مثل رياضة الألسن و التكرار على اللفظ المتلقى من فم المحسن

“Aku tidak mengetahui untuk sampainya ke puncak dalam tajwid seperti melatih lidah dan mengulang – ulangnya atas lafahz yang di terima dari seorang yang baik bacaannya.”(Dinukil dari kitab Al Itqan fii Uluumil Qur’an,Juz I Hal.100 oleh Imam As Suyuthi).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

اقرؤوا القرآن،فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“Bacalah Al Qur’an,karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat dengan memberi syafaat kepada pembacanya.”(HR.Muslim no.804 dari Abu Umamah Al Bahili).

Hadits diatas memerintahkan membaca Al Qur’an,dan hukum asal perintah adalah wajib.Dan tidak mungkin seseorang bisa membacanya jika tanpa belajar tentangnya.Maka wajib pulalah hukum mempelajarinya sebagaimana wajib untuk membacanya.

Belajar Al-Quran dan Mengajarkannya
Belajar Al-Quran dan Mengajarkannya

Terakhir,marilah kita selalu belajar Al Qur’an,dan jika sudah bisa kita ajarkan kepada yang lain agar termasuk seperti yang dikatakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :

خيركم من تعلم القرآن و علمه

“Sebaik – baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan yang mengajarkannya.”(HR.Bukhari no.5027 dari Utsman bin Affan).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata :

فخير الناس من جمع بين هذين الوصفين : من تعلم القرآن و علمه،تعلمه من غيره و علمه غيره.

“Maka sebaik – baik manusia adalah orang yang mengumpulkan antara dua sifat ini,yaitu orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya,mempelajarinya dari yang lain dan mengajarkannya kepada yang lain.”(Syarh Riyadhishshalihin,Juz 3 Hal.166).

Wallahu A’lam.

Saudara seiman,

*Ustd. Dadan Abiena Fathiya.* ( Pembina MIMS)

Taddabur Surat Al Isra’

Taddabur Surat Al Isra’

Taddabur Surat Al Isra’

A. Nama

1. Surah Al Isra’

2. Surah Bani Israil, Subhan, Al aqsho

3. Makiyah

4. Jumlah ayat 111 Ayat

5. Jumlah kata 1556 kata

6. Jumlah huruf 6559 huruf

7. Surat ke 17 Dalam Alquran

B. Kesesuaian Penamaan

1. Dinamakan Al isra karena pada awal surah ini disebutkan peristiwa Isra’ yang merupakan salah satu mukjizat yang sangat jelas. Dengannya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengistimewakan Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam dan di dalamnya juga disebutkan tentang (pemindahan Alkitab dan risalah dari Bani Israil kepada umat Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam).

2. Dinamakan Bani Israil karena surat ini menyebutkan kondisi-kondisi Bani Israil dan menjelaskan kerusakan mereka di muka bumi.

C. Keutamaan Surat Al-Isra’

1. Bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihiwasallam wasalam tidak tidur hingga membaca surah Bani Israil dan Az Zumar.(Hadits riwayat Ahmad shohihul Jami 4874 )

2. Aku mendengar Abdurrahman bin Yazid bin Qais Aku mendengar Ibnu Mas’ud berkata terkait dengan surat Bani Isra`il, Al-Kahfi Maryam, Ta Ha, dan Al-Anbiya`, “Sesungguhnya itu semua adalah dari surat-surat pertama yang diturunkan, dan semuanya pernah saya baca semenjak dahulu.” ( HR. Bukhori 4610 )

D. Keselarasan antara awal dan akhir surah

Surah ini dimulai dengan menyebutkan alquranul Karim

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,” (Ayat 9)

dan ditutup dengan menyebutkan Alquran yang pula.

وَبِٱلْحَقِّ أَنزَلْنَٰهُ وَبِٱلْحَقِّ نَزَلَ ۗ وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

“Dan Kami turunkan (Al Quran) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Quran itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.” (Ayat 105)

Yang demikian itu menegaskan urgensi dari Alquran, menjelaskan kedudukan dan derajatnya.

E. Tema utama surah Al-Isra

Tema utama dari surah Al-isra adalah Penjelasan tentang nilai keagungan AlQuran AlKarim.

F. Tema-tema surah Al-Isra

1. Berpindahnya kitab dari risalah Bani Israil kepada umat yang baru (Arab) (ayat 2 dan 3)

2. Peremehan Bani Israil terhadap kitab mereka (ayat 4).

3. Sampainya Alquran kepada umat Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (ayat 9).

4. Seluruh perintah Alquran itu selaras dengan fitrah manusia, seperti: berbakti kepada orang tua, berbuat baik kepada kerabat dan anak-anak yatim, larangan berbuat mubazir dan kebatilan, diharamkannya membunuh anak dan membunuh jiwa dengan tanpa hak, diharamkannya zina, haramnya harta orang lain khususnya anak-anak yatim, menempati janji, adil dalam menakar dan menimbang, dan tawadhu (ayat 23-38).

5. Penjelasan nilai keagungan Alquran (ayat 45, 58, 60, 73, 78, dan 79.)

6. Alquran adalah obat penawar dan rahmat (ayat 82)

7. Keagungan dan kemuliaan Alquran (ayat 88 & 89)

8. Peranan Alquran AlKarim (ayat 105 dan 106)

9. Seruan untuk beriman kepada Alquran dan tidak meremehkannya, sebagaimana umat-umat terdahulu meremehkan kitab-kitab mereka. (Ayat 107, 108,109).

Tadabbur Surat Al Isra'

G. Intisari Surah Al Isra

1. Penetapan kaidah

 الجَزَاءُ مِنْ جِنسِ العَمَل ِ

balasan itu berbanding lurus dengan amalan (ayat 7)

2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengawali perintah-perintahnya dalam surah ini dengan tauhid dan menutupnya dengan Tauhid. Yang demikian itu untuk menjelaskan bahwa aqidah tidak akan terlepas dari amalan (ayat 22 -39)

3. Sebaik-baik perkara adalah yang sederhana. Di antara doa-doa Rasulullah Shallallahu’alahi wasallam “Dan aku memohon kesederhanaan padamu ketika fakir maupun kaya”. (ayat 29)

4. Permusuhan antara iblis terhadap Bani Adam telah lama terjadi. Iblis memiliki tentara-tentara berkuda dan tentara-tentara di muka bumi mereka juga memiliki persenjataan (ayat 62 dan 64).

5. Berkumpulnya Bani Israil pada suatu tempat menjelang hari kiamat adalah memudahkan dalam menjatuhkan hukuman kepada mereka (ayat 104).

6. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda saat mengisahkan perihal fitnah Al Masih ad Dajjal, ” Kemudian Allah menguasakannya kepada kaum muslimin, kemudian mereka membunuhnya dan membunuh anak keturunannya sampai orang-orang Yahudi benar-benar bersembunyi di bawah pohon atau batu kemudian batu atau pohon itu berkata kepada orang Islam, “Ini ada orang Yahudi di bawahku, bunuhlah ia. (HR. Ahmad).

Sumber :

1. اول مرة التدبر القران شيخ عادل محمد خليل

2. Quran Mapping Mudah Belajar Kandungan 114 Surah Al Quran.

3. Aplikasi سورة

4. TafsirWeb.Com

5. Ensiklopedi Hadits 9

Bagi Yang ingin Support Dakwah bisa klik untuk Donasi  https://www.markazilmuslims.com/donasi/

Pendaftaran Kuliah Ilmu Agama Terbuka Angkatan 4 . . https://www.markazilmuslims.com/kiat-2/

 

Tadabbur Surat An Nahl

Tadabbur Surat An Nahl

Tadabbur Surat An Nahl

A. Nama

1. An-Nahl (lebah)
2. An-Ni’am (kenikmatan-kenikmatan)
3. Makkiyah 128 Ayat
4. Jumlah Kata 1884 kata
5. Jumlah huruf 7714 huruf
6. Surat Ke – 16

B. Keutamaan Surat

Termasuk Al Main ( Jumlah ayatnya sekitar seratus)
Dari [Watsilah bin Al Asqa’] sesungguhnya Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Saya diberi ganti dari Taurat dengan as-saba’ (tujuh surat dalam Al qur’an yang panjang-panjang). Saya diberi ganti dari Zabur dengan Al ma`in (surat yang jumlah ayatnya sekitar seratus). Saya diberi ganti dari Injil dengan Al matsani (yaitu surat yang terulang-ulang membacanya dalam setiap rekaat shalat) dan saya diberi tambahan dengan Al mufashal (surat yang dimulai dari QAF sampai akhir surat).” [Ahmad] 16368.

C. Kesesuaian Penamaan

1. Dinamakan an-nahl karena lebah adalah diantara makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mengagumkan. Dia Azza Wa Jalla menitipkan banyak rahasia padanya dan mengeluarkan banyak nikmat darinya seperti madu, biji-bijian, penyerbukan dan lain sebagainya. Bagi hamba-hambanya sehingga hal itu sesuai dengan makna umum surah ini yaitu perhitungan nikmat-nikmat.

2. Dinamakan An’am karena banyak nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada makhlukNya.

D. Keselarasan antara Awal dan Akhir Surah

Surah ini dimulai dengan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada rasulNya untuk memberikan peringatan kepada manusia :

يُنَزِّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓا۟ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ

“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”.( Ayat 2 )

Surah ini juga ditutup dengan penjelasan cara memberikan peringatan :

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” ( ayat 125 )

Surah ini juga dimulai dengan perintah bertakwa :

يُنَزِّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓا۟ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ

“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”.( Ayat 2 )

Surah ini ditutup dengan penjelasan tentang buah dari ketakwaan.

إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ

 “Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (ayat 128)

Hal ini merupakan kenikmatan yang paling besar bagi makhlukNya yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan selalu membersamai apabila bertakwa kepadanya.

 

E. Tema utama Surah An-nahl

Tema utama dari surah annahl adalah penetapan uluhiyah dan rububiyah Allah subhanahu wa ta’ala dengan melimpahkan nikmat-nikmat kepada makhluk-Nya.

F. Tema-tema surat an-nahl

1. penjelasan tentang nikmat-nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada makhlukNya di dunia dan di akhirat, terutama Wahyu agar para makhluk menerimanya dengan kerelaan dan rasa syukur.

2. Perincian sebagai nikmat-nikmat ini bertujuan agar para makhluk merasakan dan mengetahui bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala dekat dengan mereka, lembut kepada mereka, dan selalu memulai dengan rasa cinta kepada mereka ( ayat 4 -16, 65-72 dan 78-81).

3. Penjelasan tentang sebab tidak adanya keimanan pada orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat yaitu pengingkaran (ayat 22) dan kesombongan (ayat 22).

4. Penjelasan sejumlah hukum syar’i berkaitan dengan hijrah, jihad, perintah untuk bersikap adil dan berbuat kebaikan larangan berbuat keji dan mungkar dan tidak mengingkari janji.

5. Penjelasan tentang macam-macam kondisi manusia dalam mengukur nikmat ayat (58, 73, 101,103,53 dan 54).

6. Pemaparan teladan bagi orang-orang bersyukur yaitu Ibrahim Alaihissalam dan bagaimana menjadi umat dengan hanya seorang diri.

G. Intisari Surat Hal-hal

 

1.Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan perasaan syukur Ibrahim Alaihissalam dari balasan dariNya, “Dia mensyukuri nikmat-nikmatNya dan balasannya adalah Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.” An-nahl 121.

Betapa luar biasa syukur yaitu tauhid dalam ibadah dan betapa luar biasa juga balasannya itu menjadi orang terpilih dan mendapatkan hidayah.

2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk berlaku adil dan mengiringinya dengan perbuatan baik ini adalah kaidah yang ditetapkan dan diulang-ulang dalam Alquran.

3. Ketika keadaan manusia berbeda-beda dalam masalah rezeki dan karunia di dunia maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan bersyukur kepada siapapun yang dilapangkan rezekinya dan memerintahkan bersabar kepada siapa yang ingin mengalami kesempitan dalam rezeki. Dia Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjanjikan akan memberikan rizki kesucian (ketenangan) jiwanya padanya.

4. Di sini kami akan sebutkan kisah Hafsah mimpi Sirin radhiallahu anhuma, ketika seorang putranya meninggal dunia. Putra ini sangat berbakti kepadanya Ia pun merasa sangat sedih dan kehilangan. Kemudian ketika malam menjelang ia berdiri menegakkan salat dan membukanya dengan surat an-nahl ketika ia sampai firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala

مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓا۟ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (ayat 96)

Iya Pun terhibur dan tidak Lagi bersedih. Hilanglah kesedihan yang ada dalam hatinya.

5. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada lebah (buatlah sarang-makanlah-tempuhlah jalan). Ketika lebah melaksanakan perintah-perintah tersebut, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengeluarkan madu dari perutnya di sinilah terdapat arahan dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk hamba-hambanNya, yakni hendaknya mereka mengikuti perintah-perintahnya dan melaksanakannya hingga dia dapat mengeluarkan kebaikan yang bermanfaat dan berkah bagi masyarakat.

6. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى ٱلنَّحْلِ أَنِ ٱتَّخِذِى مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ ٱلشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, (Ayat 68 )

Mari Kita Renungkan sempurnanya ketaatan lebah dan baiknya pelaksanaan perintah-perintah dari Rabbnya, sehingga lebah itu tidak terlihat kecuali pada tiga macam rumah tersebut. Bahkan bila direnungkan ternyata sarang-sarangnya yang paling banyak terdapat di Gunung kemudian di pepohonan kemudian di manapun yang dibikin oleh manusia sesuai urutan dalam ayatnya.

7. Allah Ta’ala berfirman

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

18. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ayat 18)

Inilah bentuk perlakuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap hambanya.

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)”
(Surat Ibrahim 34) .

Sedangkan ini adalah bentuk perlakuan hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mari Kita Renungkan perbedaan antara keduanya Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menolong kita semua untuk bisa bersyukur padanya.

Sumber :
1. اول مرة التدبر القران شيخ عادل محمد خليل
2. Quran Mapping Mudah Belajar Kandungan 114 Surah Al Quran.
3. Aplikasi سورة
4. TafsirWeb.Com
6. Islam.Id

Ingin Bisa Bahasa Arab, atau baca kitab gundul yuk ikuti program KIAT

Pendaftaran angkatan 4 kiat kuliah ilmu agama terbuka kuningan jabar
Pendaftaran angkatan 4 kiat kuliah ilmu agama terbuka kuningan jabar

https://www.markazilmuslims.com/kiat-2/

 

 

Tadabbur Surat Ibrahim

Tadabbur Surat Ibrahim

A. Nama surah

1.Surat Ibrohim

2. Surat ke 14

3. Makiyyah 52 Ayat

4. Jumlah Kata 830 Kata

5. Jumlah huruf 3942 Huruf

B. Kesesuaian Penamaan

Untuk mengabadikan nama bapak para nabi, Ibrahim Alaihissalam karena beliau adalah penyampai risalah dalam tauhid, dan dalam mensyukuri nikmat surah ini mencakup semua pembahasan itu.

C. Keselarasan antara awal dan akhir surah

Sudah ini dimulai dengan menyebutkan Alquran yang diturunkan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.

الٓر ۚ كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Sudah ini juga ditutup dengan penyebutan Alquran sebagai penjelasan yang sempurna bagi manusia.

هَٰذَا بَلَٰغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُوا۟ بِهِۦ وَلِيَعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ولِيَذَّكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal. (Ibrahim ayat 52 )

Yang demikian itu merealisasikan tujuan dari diturunkannya Alquran, yaitu sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan yang sempurna dari Rabb mereka agar mereka mengEsakan-Nya dan bertakwa kepada-Nya.

D. Tema utama Surah Ibrahim

Tema utama dari Surah Ibrahim adalah kesatuan risalah yang dibawa oleh para rasul.

E. Tema Tema Surah Ibrahim

1. Hakikat kesatuan seluruh risalah bahwa semuanya datang dengan membawa tauhid.

2. Penjelasan tugas para rasul dan jalan dakwah mereka kepada manusia.

3. Penjelasan kuatnya tawakal para rasul dan kuatnya keyakinan mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal itu merupakan penolong bagi mereka untuk bersabar dalam menghadapi gangguan orang-orang yang mendustakan.

4. Penjelasan tentang jalan para Pendusta dalam menentang para rasul dan ancaman mereka kepada para Rasul.

5. Penjelasan tentang lemahnya iblis dan tipu dayanya tidak lebih dari sekedar bisikan.

6. Penjelasan pengaruh kalimat thayyibah (kalimat yang baik) pada jiwa dan pengaruh kalimat khobitsah (kalimat yang buruk).

7. Penjelasan tentang nikmat-nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada para makhlukNya ia akan bertambah dengan rasa syukur, dan nikmat yang paling tinggi adalah nikmat iman.

8. Penjelasan tentang balasan kekufuran dan kezaliman serta ancaman yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala janjikan bagi para pelakunya.

Tadabbur surat Ibrahim
Tadabbur surat Ibrahim

F. Intisari Surah Ibrahim

1. Urgensi salah terlihat jelas pada Surah ini. Ketika Ibrahim Alaihissalam mengungkapkan alasan meninggalkan keluarganya di Baitul haram dan ketika beliau secara khusus memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dirinya dan keturunannya menjadi orang yang selalu menegakkan shalat (ayat 37 dan 40).

2. Hendaknya manusia tidak terpedaya dengan namanya masa kezaliman. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberitahukan bahwa Dia tidak lalai terhadap mereka dan bahwa tempat kembali mereka adalah neraka (ayat 42).

3. Meskipun seorang Dai bekerja keras untuk menyampaikan Hidayah kepada manusia mereka tidak akan mendapatkan hidayah kecuali dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

الٓر ۚ كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

 Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

(Ibrahim Ayat 1)

4. Janganlah amalan kebaikan orang kafir yang mereka kerjakan dalam kehidupan mereka membuatmu kagum. Lihatlah amalan penutup kehidupan mereka: Apabila mereka mati di atas Islam, maka amalan-amalan mereka akan memberikan manfaat kepada mereka dan apabila mereka mati di atas kekufuran, maka mereka tidak akan mendapatkan manfaat sedikitpun darinya. Demikian itu karena kekufuran adalah penghapus seluruh amalan (ayat 18).

5. Allah Ta’ala berfirman

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ….

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): “Keluarkanlah kaummu dari dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang (Ibrahim 5).

Hendaknya seorang hamba memperhatikan sejarah, Karena di dalamnya terdapat banyak pelajaran dan peringatan, seperti pemberian nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada segolongan umat dan siksaan yang ditimpakan kepada umat yang lain. Ali radhiyallahu Anhu berkata “Mintalah petunjuk menggunakan sesuatu yang telah terjadi atas apa yang belum terjadi karena sesungguhnya persoalan-persoalan itu serupa.”

Sumber :

1. اول مرة التدبر القران شيخ عادل محمد خليل

2. Quran Mapping Mudah Belajar Kandungan 114 Surah Al Quran.

3. Aplikasi سورة

4. TafsirWeb.Com

Support Dakwah Mims https://www.markazilmuslims.com/donasi/

Adab Berpuasa Di Bulan Ramadhan

Adab Berpuasa Di Bulan Ramadhan

Adab Berpuasa Di Bulan Ramadhan Secara Ringkas

1. Berdoa Ketika Melihat Hilal.

اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ.
Allah Maha Besar, Ya Allah, munculkanlah hilal itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Rabb kami dan Rabb kamu (wahai bulan) adalah Allah. (HR. Ahmad)

2. Ikhlas dalam berpuasa. (Muttafaq Ilahi)
3. Niat puasa Ramadhan sebelum waktu fajar. (HR. An-Nasai)
4. Memperbanyak Sedekah.( Muttaf ‘Alaihi)
5. Mensegerakan berbuka puasa. (Mutafaq ‘Alaihi)
6. Berbuka puasa dengan Ruthob (Kurma basah ) atau Tamr ( Kurma Kering) atau dengan Air Putih. ( HR. Abu Dawud)
7. Berdoa ketika berbuka puasa

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki. (HR Abu Dawud)

Adab berpuasa

8. Banyak membaca Al-Quran. ( Mutafaq ‘Alaihi)
9. Banyak berdoa ketika berpuasa. ( HR. At -Tirmidzi)
10. Sahur karena di dalam sahur ada Keberkahan. (Mutafaq ‘Alaihi)
11. Di anjurkan mengakhirkan waktu sahur. ( Mutafaq ‘Alaihi)
12. Dianjurkan sahur makan tamr ( Kurma Kering) HR. Abu Dawud
13. Jangan makan terlalu kenyang. ( HR. Tirmidzi)
14. Di anjurkan memberi makan untuk orang yang berpuasa . (HR. At Tirmidzi)
15. Bersemangat menegakkan Sholat Tarawih. (Mutafaq ‘Alaihi)
16. Bersungguh sungguh dalam 10 hari terakhir. ( HR. At Tirmidzi)
17. Beri’tikaf di masjid ( Mutafaq ‘Alaihi)
18. Menunaikan Zakat Fitri ( Mutafaq ‘Alaihi)

( Sumber : Kitab Shohih Adab Islamiyah Syaikh Dr Wahid Abdus Salam Bali )

 

Tadabbur Surat Ar-Ra’d

Tadabbur Surat Ar-Ra’d

A. Nama Surah

1. Surah Ar Ra’d ( Guruh)
2. Surat Ke 13
3.Termasuk Madaniah 43 Ayat
4. Jumlah kata 854 Kata
5. Jumlah Huruf 3499 Huruf

B. Kesesuaian Nama

Karena disebutkannya kata Ar Ra’d (guruh) di dalam surat ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghimpun dua hal yang kontradiktif dengannya.

1. Satu sisi ia dapat menyebabkan ketakutan dan kengerian bagi manusia, namun di sisi yang lain ia membawa kebaikan dan pertanda turunnya hujan untuk mereka.
2. Suaranya dari luar yang menakutkan, tetapi sebenarnya ia sedang Bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

C. Keselarasan antara awal dan akhir surah

Surah ini dimulai dengan membicarakan mayoritas manusia, bahwa mereka tidak beriman.

الٓمٓر ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ۗ وَٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

“Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Quran). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).” ( Ayat 1 )

Surah ini juga diakhiri dengan membicarakan orang-orang kafir dan ketiadaan iman mereka kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَسْتَ مُرْسَلًا ۚ قُلْ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلْكِتَٰبِ

” Berkatalah orang-orang kafir: “Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul”. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab”. (ayat 43).

Yang demikian itu untuk memperingatkan bahwa mereka tidak membawa kebenaran dan tidak beriman kepadanya, padahal kebenaran itu kuat dan jelas.

D. Tema Utama Surah Ar-Ra’d

Tema utama dari surah Ar Ra’d adalah kekuatan dari kebenaran.

E. Tema Tema Surah Ar-Ra’d

1. Persaksian ayat-ayat kauniyah Allah subhanahu wa ta’ala dan merenunginya sebagai dalil atas Ke-Esaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

2. Mengingatkan kembali tentang kehancuran umat-umat Pendusta terdahulu dan akibat keburukan mereka.

3. Keutamaan menggunakan akal, sifat-sifat orang berakal, dan balasan bagi mereka.

4. Penjelasan sunnatullah pada para nabi dan rasulnya dengan menjadikan isi-isi dan anak-anak mereka sebagai panutan bagi generasi setelah mereka dalam hal mengemban tanggung jawab.

5. Permisalan untuk menjelaskan kuatnya kebenaran dan lemahnya kebatilan.

6. Secara umum surah ini menjelaskan kepada kita bahwa kebenaran itu kuat jelas dan kokoh Meskipun tidak dipandang oleh mata manusia dan tidak disadari oleh hati mereka. surah ini juga menjelaskan bahwa kebatilan itu lemah, rapuh dan bisa di kalahkan, meskipun tampak jelas di depan manusia.

7. Kebatilan terkadang menggunakan bentuk yang bermacam-macam seperti kemaksiatan kemaksiatan yang tersebar luas, dosa-dosa dan lawakan lawakan, pedagang yang dusta, orang yang zalim yang sewenang-wenang kepada orang lain orang kuat yang mengambil hak orang lain.

Maka, datang sebuah pesan dari surah ini supaya kita tidak tertipu dengan lahirnya banyak hal, namun sudah semestinya kita melihat hakikat yang ada di dalamnya.

F. Intisari Surat Ar Ra’d

1. Seluruh alam sujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kecuali para pelaku maksiat dan orang-orang kafir (ayat 15).

2. Dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dapat menenangkan hati seluruhnya, hingga hati orang-orang kafir sekalipun. Pada zaman kita ini sebagian dari Mereka mendengarkan Alquran Al karim Karena ia merasakan ketentraman jiwa saat mendengarkannya (ayat 28).

3. Di antara sunah-sunah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah ditetapkan adalah bahwa kemaksiatan akan menghapus nikmat. Siapa yang menginginkan agar kenikmatan langgeng, Maka jangan bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan jangan mengundang maka Allah subhanahu wa ta’ala dengan berbuat dosa ayat (11).

4. Memberikan perhatian terhadap bahasa Arab, mempelajari, dan menjaganya. Karena Ia adalah bahasa Alquran Al Karim dan dasar untuk dapat memahaminya (ayat 37).

5. “Allah lah yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana kamu lihat”
(Ar Rad ayat 2).

Terkait ayat “tanpa tiang sebagaimana kamu lihat” ada dua pendapat pertama langit ditinggikan tanpa tiang, kedua langit ditinggikan dengan tiang tetapi kita tidak dapat melihatnya.

Adapun pendapat yang lebih kuat adalah pendapat yang pertama karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَيُمْسِكُ ٱلسَّمَآءَ أَن تَقَعَ عَلَى ٱلْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِۦٓ ۗ

“Dan dia menahan benda-benda langit agar tidak jatuh ke bumi melainkan dengan izinnya”. (Al Hajj 65)

Sumber :

1. اول مرة التدبر القران شيخ عادل محمد خليل

2. Quran Mapping Mudah Belajar Kandungan 114 Surah Al Quran
3. Aplikasi سورة
4. TafsirWeb.Com

Tadabbur Surat Ar Ra'd

Untuk Donasi Program Dakwah MIMS

A.  BSI (Bank Syariah Indonesia)

No Rekening 7193850469

A.N Dadi Sudadi MIMS

B. Konfirmasi

WA 087723722436

C. Folow Me

📱 Web Site : www.markazilmuslims.com

📱 Facebook : Markazilmuslims

📱 Instagram : Markazilmuslims

🖥 Mims TV : Mims Tv

📲 Admin Mims : +6281395311475